Skripsi Administrasi Perusahaan


DUNIA SKRIPSI: Administrasi Perusahaan PT Pertamina Drilling ...
wordskripsi.blogspot.com/.../administrasi-perusahaan-pt-pertamina.ht...
A. Latar Belakang Masalah PT Pertamina Drilling Service merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perusahaan induknya, yaitu PT Pertamina. PT Pertamina ...
Skripsi Administrasi Perusahaan | Pustaka Skripsi
www.pustakaskripsi.com/search/skripsi-administrasi-perusahaan
Skripsi JURUSAN Administrasi Perkantoran. ,FAKULTAS Ekonomi,UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007 Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa ...
Sistem Administrasi Perusahaan | Pustaka Skripsi
www.pustakaskripsi.com/search/sistem-administrasi-perusahaan
skripsi Jurusan Manajemen Perkantoran: PENGELOLAAN ADMINISTRASI ... Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara yang ...
Skripsi | ADMINISTRASI NIAGA FISIP UNPAD
aniunpad.wordpress.com/skripsi/
1 Jul 2011 – ADMINISTRASI NIAGA FISIP UNPAD .... ada skripsi tentang laporan keuangan perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan ga??? Reply ...
SKRIPSI DSFC04 ANALISIS ADMINISTRASI PERUSAHAAN XXX ...
www.4shared.com/file/.../SKRIPSI_DSFC04_ANALISIS_ADMINI.ht...
15 Agu 2011 – SKRIPSI DSFC04 ANALISIS ADMINISTRASI PERUSAHAAN XXX is hosted at free file sharing service 4shared. Online file sharing and storage ...
Forum Skripsi: Skripsi Lengkap Administrasi Niaga
www.forumskripsi.com/2009/.../skripsi-lengkap-administrasi-niaga.ht...
Skripsi Lengkap Administrasi Negara dll ( contoh di Skripsi Gratis ) * Skripsi Lengkap Administrasi Niaga ( Contoh di Download Skripsi Gratis) . ...
KUMPULAN JUDUL ... - Kumpulan Judul Skripsi - Thesis Gratis
skripsi-thesis-gratis.blogspot.com/.../kumpulan-judul-skripsi-fisip-ter...
25 Jan 2011 – ( Studi Pada Perusahaan Tegel Indah Cemerlang Singosari Malang ) Jur Administrasi Bisnis; PERANAN PENGAWASAN FUNGSIONAL ...
Skripsi Administrasi Bisnis
www.aguschandra.com/search/skripsi-administrasi-bisnis/
... Entertainment. Browse:Home Terkait skripsi administrasi bisnis ... daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi ...
Skripsi Administrasi Niaga Fisip UNPAD
ani.fisip.unpad.ac.id/?page_id=91
Skripsi adalah Up-date judul-judul skripsi yang sedang dikerjakan oleh ... 17 Pengaruh Marketing Public Relation terhadap Citra Perusahaan pada PT TELKOM ...
Contoh Skripsi Administrasi Niaga | Judul Skripsi
www.judulskripsi.org/tag/contoh-skripsi-administrasi-niaga/
27 Agu 2009 – Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Ilmu Administrasi Niaga dengan ... Setiap perusahaan menpunyai harta ( aktiva ) untuk mendukung

Penulis Skripsi - Surabaya - Staf kantor - administrasi - email ...
surabaya.olx.co.id › Lowongan Kerja › Staf kantor - administrasi
Penulis Skripsi - Surabaya - email perusahaan surabaya. Penulis Skripsi - Surabaya - Staf kantor - administrasi - email perusahaan surabaya www.olx.co.id ...
ANALISIS KUALITAS PENDANAAN PADA PERUSAHAAN DANA ...
www.skripsi-tesis.com/.../analisis-kualitas-pendanaan-pada-perusahaa...
5 Jul 2008 – Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pendanaan. perusahaan Dana Pensiun Smart 3 periode tahun 2000 dan 2001. ...
Skripsi Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 Pada Sistem Administrasi ...
www.pustakaskripsi.com/aplikasi-microsoft-visual-basic-6-0-pada-sis...
8 Jan 2011 – Tugas Akhir (TA) Statistika Terapan dan Komputasi D3 Jurusan Matematika : Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 Pada Sistem Administrasi ...
Skripsi Administrasi Perusahaan - NGAMPUS.COM
www.ngampus.com/page/2?s=skripsi+administrasi+perusahaan
17 Apr 2011 – Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan. Download 3. Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan ...
Contoh Skripsi Administrasi Bisnis Niaga
www.docstoc.com/docs/.../Contoh-Skripsi-Administrasi-Bisnis-Niaga
19 Okt 2010 – Contoh Skripsi Administrasi Bisnis Niaga1. Contoh Skripsi dan TesisSitus Skripsi Tesis Disertasi Dotcom menyediakan keanggotaan untuk ...
Judul Skripsi Manajemen « Smart Life
edymartin.wordpress.com/2007/10/09/judul-skripsi-manajemen/
9 Okt 2007 – Beberapa waktu yang lalu aku mencari judul-judul skripsi untuk inspirasi, dan aku ... Karyawan Pada Suatu Perusahaan Pakaian Jadi Di Jakarta (1994) ..... mau bikin judul apa utk seminar..saya jurusan administrasi bisnis… ...
Kumpulan Contoh Skripsi dan Tesis TERLENGKAP DAN GRATIS
www.scribd.com/.../Kumpulan-Contoh-Skripsi-dan-Tesis-TERLENG...
15 Mar 2009 – (Studi Kasus Pada Perusahaan … ..... Perancangan Dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi ... skripsi manajemen administrasi publik ...
Skripsi Administrasi Perusahaan ‹ Info Lowongan Kerja
lowongankerjabaru.net/vacancies/skripsi-administrasi-perusahaan.html
Penempatan dan lokasi ujian Jakarta : Diploma 3 * Administrasi Bisnis/Administrasi Perkantoran/Manajemen Perusahaan: 7 orang. * Akuntansi/Sistem Informasi ...
Kumpulan Judul Skripsi - Thesis Gratis
skripsi-thesis-gratis.blogspot.com/
25 Jan 2011 – Gratis 100% Proposal dari Ratusan judul Tugas Akhir, Skripsi Thesis ... VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERLENGKAPAN SEPEDA “MOCH. ...... Prosedur Pelayanan Administrasi Pembayaran Pensiun Pegawai ...
Download Kumpulan Jurnal Proposal Contoh Judul Skripsi Gratis ...
www.judulskripsi.org/
Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Jurusan Akuntansi dengan Judul : Pengaruh Asimetri Informasi Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik Manajemen
Skripsi Administrasi Perusahaan - NGAMPUS.COM
ngampus.com/?s=skripsi+administrasi+perusahaan
28 Apr 2011 – Pengaruh Penggunaan Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Perusahaan. Download 3. Analisis Dan Perancangan Sistim ...
Skripsi Administrasi Keuangan/ | PDF Active
pdfactive.com/id/skripsi-administrasi-keuangan/.html
Informasi paling lengkap tentang skripsi administrasi keuangan/ di PDF Active. Download ... pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap return saham perusahaan ...
koleksi 6 - KUMPULAN TESIS DAN SKRIPSI
www.tesis-ilmiah.com/koleksi%206.htm
Loncat ke Administrasi negara‎: PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTEK MANAJEMEN LABA PADA ...
[PDF]
STRATEGI PENGEMBANGAN PEGAWAI BARU DEPARTEMEN ...
www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/123851...HA.pdf
Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat
Ilmu Administrasi. Judul Skripsi. :Strategi Pengembangan Pegawai Baru Departemen. Perindustrian Melalui Kegiatan Wajib Magang di Perusahaan Industri ...
Informasi Skripsi Komputerisasi Administrasi Keuangan Lowongan ...
elowonganpekerjaan.com/.../skripsi-komputerisasi-administrasi-keua...
SKRIPSI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIC YANG Skripsi Komputerisasi Sistem Administrasi Pada Toko ...
skripsi administrasi - download skripsi gratis
www.cahyailmu.com/archives/tag/skripsi-administrasi/
26 Des 2010 – download skripsi gratis ... Setiap perusahaan menpunyai harta ( aktiva ) untuk mendukung kegiatan ... Posted in: administrasi niaga, skripsi ...
Lowongan Contoh Proposal Skripsi Administrasi Niaga
www.infobursakerja.com/...Skripsi-Administrasi.../Contoh-Proposal-...
Perusahaan Klik Disini. Hasil Pencarian : Lowongan Contoh Proposal Skripsi Administrasi Niaga. Informasi Pekerjaan Contoh Proposal Skripsi Administrasi ...
Skripsi Ilmu Administrasi
www.gudangskripsi.org/skripsi-ilmu-administrasi.html
19 Nov 2011 – Skripsi Ilmu Administrasi Judul Skripsi Contoh Skripsi ... dominan dalam keseluruhan kegiatan organisasi atau perusahaan, baik berperan ...
skripsi administrasi negara - EbookFreeToday -find you own book ...
ebookfreetoday.com/skripsi-administrasi-negara~0.html
the book For skripsi administrasi negara ... DEPART EMEN ILMU ADMINISTRASI ... perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek jakarta (2003) skripsi ...
judul skripsi ilmu pemerintahan doc - P(1) - Search-Document.com
www.search-document.com/.../judul-skripsi-ilmu-pemerintahan.html
D. SKRIPSI. SPU500. Skripsi. 6 .... sesuai dengan judul : Administrasi Perusahaan Negara, diupayakan adanya .... Politik dan Pemerintahan di Asia Tenggara
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Keterlibatan Komunikasi Interpersonal Dengan Keterbukaan

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan bagian inti dari kehidupan manusia. Melalui proses komunikasi, seseorang berusaha untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dari proses komunikasi tersebut tercipta upaya dalam mempengaruhi orang lain untuk ikut merasakan atau lebih jauh melakukan apa yang dikehendaki oleh si pembicara. Sedemikian pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia, Mulyana (2002:5) mengatakan bahwa orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain, bisa dipastikan akan “tersesat”, karena ia tidak berkesempatan menata dirinya dalam suatu lingkungan sosial. Komunikasilah yang memungkinkan individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang ia hadapi.
Dalam arti lain, berkomunikasi adalah cara penyampaian suatu pesan yang dilakukan oleh seseorang (komunikator) sedemikian rupa, sehingga menimbulkan dampak tertentu pada target pembicaraannya (komunikan). Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai paduan pikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, imbauan, anjuran dan sebagainya. Pernyataan tersebut dibawakan oleh lambang, umumnya bahasa yang berbentuk verbal maupun non verbal.
Interaksi dalam suatu organisasi melibatkan juga proses komunikasi melalui pertemuan fisik (tatap muka), yang disebut komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang melibatkan dua orang atau dalam group kecil yang terdiri dari beberapa orang. Adanya komunikasi interpersonal jelas menimbulkan pengaruh yang besar terhadap intensitas hubungan di antara anggota organisasi. Faktor-faktor verbal (ucapan atau seruan) dan non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh, penampilan pakaian, nada suara dalam berbicara) sangat menentukan makna dalam Komunikasi Interpersonal (Rakhmat, 2000: 21).
Satu bentuk terpenting dari komunikasi interpersonal dimana seseorang dapat
melibatkan pembicaraan tentang dirinya sendiri, atau membuka diri yang sering disebut Self Disclosure atau keterbukaan (Openess), yaitu mengacu pada mengkomunikasikan informasi tentang diri seseorang kepada orang lain (DeVito, 1999:77). Dalam istilah di Indonesia, self-disclosure juga disebut sebagai membuka diri atau pengungkapan diri. Pengungkapan diri adalah membeberkan informasi tentang diri sendiri.
Banyak hal yang dapat diungkapkan tentang diri kita melalui ekspresi wajah, sikap tubuh, pakaian, nada suara, dan melalui isyarat-isyarat non verbal lainnya yang tidak terhitung jumlahnya, meskipun banyak di antara perilaku tersebut tidak disengaja, namun pengungkapan diri yang sesungguhnya adalah perilaku yang disengaja. Pengungkapan diri tidak hanya merupakan bagian integral dari komunikasi dua orang; pengungkapan diri lebih sering muncul dalam konteks komunikasi interpersonal yang melibatkan dua orang daripada dalam konteks jenis komunikasi lainnya (Derlega dan Berg, 2000:8).
Pada perusahaan PT Surya Putra, dimana anggota organisasi melakukan kegiatan formal dalam bekerjanya jelas melakukan proses komunikasi interpersonal, baik menyangkut masalah pekerjaan dengan mengkomunikasikan ide, instruksi, atau pertanyaan kepada rekan kerjanya, baik komunikasi interpersonal antara dua orang maupun komunikasi interpersonal di antara kelompok kerja. Sedangkan proses self disclosure umumnya terjadi pada komunikasi interpersonal di antara dua orang, baik melalui rekan kerja dekatnya maupun mengungkapkan sikap dirinya dalam menanggapi suatu isu atau permasalahan. Meskipun, dalam hal-hal tertentu, proses self disclosure juga terjadi di antara kelompok, yaitu di antara sesama rekan kerja dalam suatu kelompok mengetahui karakter dari masing-masing teman, baik melalui proses komunikasi interpersonal maupun informasi dari rekan kerja yang lain.
Proses komunikasi interpersonal selain menimbulkan self disclosure juga menimbulkan afek (affect), yaitu perasaan atau emosi terkait dengan sikap terhadap suatu hal. Perasaan atau emosi terkait dengan penilaian terhadap bahasa verbal maupun simbol. Perasaan terhadap warna, karakter individu, pakaian, dan sebagainya sehingga menimbulkan rasa dalam bentuk penilaian: suka atau tidak suka, dan sebagainya.
Berdasarkan latar belakang di atas, dalam penelitian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengambil tema yang bersinggungan dengan masalah di atas, yaitu tentang: “HUBUNGAN KETERLIBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KETERBUKAAN (OPENESS) PADA PEGAWAI PT. SURYA PUTRA, JAKARTA”.

I.2 Perumusan Masalah
Sesuai dengan paparan di atas, penelitian ini akan memfokuskan pembahasan pada hubungan antara keterlibatan komunikasi interpersonal dengan keterbukaan (openess) pada pegawai PT Surya Putra, Jakarta sehingga dapat diketahui gambaran yang jelas keterkaitan antara komunikasi interpersonal yang terjalin di antara pegawai dengan tingkat dan pola keterbukaan diri di antara mereka.
Untuk itu, masalah pokok tersebut dapat dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Bagaimana hubungan antara keterlibatan komunikasi interpersonal dengan keterbukaan pada pegawai PT Surya Putra, Jakarta?”
Masalah pokok di atas dapat dirinci lagi menjadi sub permasalahan sebagai berikut:
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Komunikasi Antara Orang Tua Dengan Anak Pada Keluarga Antar Bangsa

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Komunikasi kaitannya dengan proses interaksi antar budaya dikenal dengan berbagai istilah, di antaranya Communication Between Culture (Samovar, 2006), Intercultural Communication (Samovar dan Porter, 1994), dan secara khusus digunakan istilah Silent Language (Hall, 1990), yaitu proses komunikasi yang terjadi antar budaya dengan bahasa non-verbal.
Komunikasi antarbudaya yang lebih intens dapat ditemui dalam komunikasi interpersonal yang terjadi dalam keluarga, yaitu yang dibentuk oleh ikatan pernikahan, khususnya pernikahan yang terjadi antarbangsa. Sebagaimana diberitakan dalam Kompas (08/10/2004), bahwa pernikahan antarbangsa kini semakin biasa. Mereka yang bersekolah atau mencari kerja ke luar negeri semakin banyak jumlahnya, baik perempuan maupun laki-laki, dan interaksi tersebut meningkatkan peluang meningkatnya jumlah pernikahan antarbangsa. Demikian pula dengan keterbukaan ekonomi suatu negara, menyebabkan masuk pula pencari kerja berkewarganegaraan asing ke Indonesia sehingga meningkatkan juga peluang pernikahan antarbangsa. Data mengenai jumlah pernikahan antarbangsa yang terjadi di Indonesia, sebagaimana menurut data Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB), pada tahun 2002 saja tercatat sebanyak 4.420 pasangan. Data ini diyakini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, meskipun data riil terakhir masih belum dipublikasikan.
Dalam keluarga terjadi komunikasi antara suami dan istri, maupun antara orang tua dengan anak. Antara suami dan istri, misalnya, dikarenakan datang dari dua budaya yang berbeda, maka proses pemahaman terhadap masing-masing budaya merupakan sesuatu yang sangat penting. Seperti diungkapkan oleh Tubbs dan Moss (2001:297), bahwa komunikasi dalam sebuah keluarga melibatkan komunikasi interpersonal yang terjadi antara seluruh anggota keluarga yang memiliki ciri keakraban (diadic communication), yang dengannya dapat dikomunikasikan mengenai value, belief, dan worldview di antara anggota keluarga tersebut. Dalam konteks ini dikenal istilah low context communication dan high context communcation, yaitu proses komunikasi yang satu bersifat penggunaan bahasa atau isyarat yang secara langsung bermakna apa adanya (direct dan non-ambiguous), dan satunya lagi makna yang sesungguhnya tersembunyi (indirect dan ambiguous) dari apa yang diucapkan dan diisyaratkan (Gudykunst, 1996 dalam Wurtz, 2005:2).
Dari klasifikasi HC dan LC di atas, budaya Indonesia menurut Mulyana, (2004:294) masuk ke jenis high context communication, yaitu jenis budaya bangsa timur, di mana apa yang diucapkan belum tentu sama dengan makna yang sebenarnya. Sementara budaya di negara-negara barat lebih ke arah low context communication, yaitu mengemukakan pesan yang ingin disampaikan secara tegas dan apa adanya meskipun di hadapan publik. Masalah terjadi jika kedua jenis budaya ini bersatu, yaitu seringkali memunculkan miss-communication, dan akibat terburuknya adalah muncul konflik antara kedua pihak tersebut.

1.2 Identifikasi Masalah
Masalah yang akan diangkat adalah pernikahan antarbangsa yang terjadi antara bangsa Amerika (laki-laki) dan Indonesia (Wanita), di mana seperti telah dijelaskan pada latar belakang masalah di atas, kedua bangsa ini memiliki perbedaan pola komunikasi, yaitu yang satu low context communication dan satuya high context communication. Upaya untuk menjalin komunikasi dan seluk beluk dalam memahami kebudayaan di antara mereka merupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti.

1.3 Perumusan Masalah
1. Bagaimana persepsi yang tumbuh pada pasangan pernikahan antarbangsa dalam menilai pernikahan mereka?
2. Bagaimana pola komunikasi yang diterapkan antara orang tua dengan anak oleh pasangan pernikahan antarbangsa?
3. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh pasangan pernikahan antarbangsa dalam masalah komunikasi di antara mereka?

1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui persepsi yang tumbuh pada pasangan pernikahan antarbangsa dalam menilai pernikahan mereka.
2. Mengetahui pola komunikasi yang diterapkan antara orang tua dengan anak oleh pasangan pernikahan antarbangsa.
3. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pasangan pernikahan antarbangsa dalam masalah komunikasi di antara mereka.

1.5 Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan akademis
Penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu komunikasi, yaitu sebagai sumber referensi dan sumbangan informasi mengenai pola komunikasi di antara pasangan pernikahan antarbangsa.
2. Kegunaan praktis
Penulis juga berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak yang berkepentingan dengan masalah pola komunikasi di antara pasangan dan anak dalam keluarga pernikahan antarbangsa, sehingga bagi pasangan pernikahan antarbangsa yang baru menikah, hal ini bisa dijadikan referensi untuk menjalin pola komunikasi di antara mereka.

II. OBJEK PENELITIAN
2.1 Gambaran Pernikahan Antar Bangsa di Indonesia
Di Indonesia, perkawinan WNI (Warga Negara Indonesia) dengan orang yang berasal luar negeri cukup sering terjadi. Masalah perkawinan campuran ini adalah isu yang sangat rumit. Hal yang menarik tentang perkawinan campuran di Indonesia adalah banyaknya contoh di mana yang wanita dari perkawinan adalah WNI (Warga Negara Indonesia), dan yang lelaki adalah WNA. Sulit mencari contoh sebaliknya. Misalnya, di situs web untuk pasangan campuran The International Couples Homepage, sudah tercatat 33 pasangan dengan salah seorang (isteri atau suami) yang berasal dari Indonesia (dapat diakses melalui http://members.fortunecity.com/canzian/Couples.html).

2.2 Contoh Kasus Pernikahan Antarbangsa
Lia, (24 tahun), seorang karyawan swasta di bilangan Sudirman, Jakarta mengalami kebingungan apakah mau meneruskan hubungan dengan Jhon (29 tahun), seorang pria asal Yunani. Selain berbeda hukum perkawinan, Lia juga mengaku tak tahu sama sekali budaya pacarnya itu. Ia mengenal calon suami karena satu kantor. Adat dan kebiasaan keluarga bangsa Yunani termasuk yang agak pelik. (Detik.com pada kolom Detiknews, 28/10/2007).
Susahnya menikah beda bangsa dibenarkan oleh penulis buku 'Love and Shock', Hartati Nur Widjaja. Menurut perempuan yang juga telah menikah dengan pria Yunani itu, susahnya menikah dengan orang Yunani akan ditemui saat akan memperoleh surat keterangan single dari Kedubes Yunani. Harus calon suami yang pro-aktif meminta surat ini, baru bisa ke KUA di Indonesia.
Ries Makmur (56) mengalami hal yang sama. Meskipun demikian, meskipun terdapat masalah tetapi ketika cintra maka semuanya harus dihadapi. Ia mengaku telah mengarungi bahtera perkawinan dengan orang Amerika selama 34 tahun dan berpindah-pindah negara lebih dari 5 negara (Detik.com pada kolom Detiknews, 28/10/2007).

2.3 Masalah yang Muncul dari Pernikahan Antarbangsa
Wanita Asia memiliki anggapan diri yang berbeda dari para wanita Barat, demikian hasil riset yang dilakukan terhadap wanita di 22 dari 12 negara penting Asia. Wanita Asia menganggap diri mereka menggairahkan, liar, kasar, nakal, bersemangat, kuat dan bahkan suka menggoda, mereka juga tidak merasa merana atau tertekan.
Namun, secara umum persepsi Barat mengenai wanita Asia adalah mungil, lembut, lemah gemulai, cantik, penyayang, penurut, dan dapat dipercaya. Ada juga anggapan buruk, bahwa wanita Asia mudah didapatkan, bahkan "dibeli" karena terdesak kebutuhan ekonomi, atau seperti wanita Filipina yang seolah semuanya wanita bar dan hostes, padahal kenyataannya tak sedikit wanita Filipina mempunyai pendidikan tinggi, atau wanita Indonesia yang mampu mengharmonisasikan keadaan sekitarnya. Wanita Hong Kong dan China yang cerdik atau jing ling. Wanita India, meskipun berbaju "sari" bisa mengerjakan apa saja. Wanita Jepang, penurut dan sangat setia, dan wanita Singapura yang positif dan aktif (Kompas, Kolom Kita, 14 Juni 2008).
Sementara, pria warga negara asing (WNA) umumnya dicitrakan kaya, gagah dan tampan. Namun, itu semua adalah pandangan stereotif yang belum tentu benar adanya. Hanya pandangan sekilas yang berupa stigma terhadap kebudayaan Barat yang sedang mengalami kemajuan.
Kasus yang banyak muncul, adalah adanya “benturan karakter” dari pasangan yang berbeda kultur. Karakter pria Inggris misalnya, dan wanita Asia (termasuk Indonesia) sangat berbeda dengan karakter wanita Inggris. Samovar (1995) mengatakan bahwa wanita Barat lebih independen dibanding wanita Asia, sehingga hal ini jika pria Barat menikah dengan wanita Asia, wanita Asia selalu ikut atas kemauan pria Barat. Kasus yang sering muncul adalah berpindahnya wanita Asia ke negeri suaminya, yang tentu saja menimbulkan gegar budaya bagi wanita Asia tersebut.

III. TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Komunikasi Antarbudaya/Antarbangsa (KAB)
Beberapa pendapat tentang definisi komunikasi antarbudaya, yaitu:
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Iklan Im3 Versi “Cumi” Pada Iklan Televisi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pesan merupakan elemen utama dari iklan. Jika pesan iklan tidak dikemas secara baik, yaitu melalui simbol-simbol dan kode-kode tertentu yang dapat dipahami oleh konsumen, maka akan dipersepsi berbeda dari tujuan pengiklan. Pesan iklan kaitannya dengan pemahaman konsumen terkait dengan dua hal, yaitu yang mendukung nilai-nilai yang dianut oleh konsumen dan yang mengkampanyekan nilai-nilai baru terhadap konsumen. Misalnya, iklan akan memunculkan tokoh cantik dengan karakteristik yang berlaku di masyarakat, berkulit putih, bertubuh ramping dan seksi, dan detail lainnya yang merupakan cerapan dari konsep tentang kecantikan di masyarakat saat iklan itu dieksekusikan.
Dengan kata lain, iklan merupakan hasil pemahaman perasaan dan pikiran orang lain (empati) yang dilakukan terhadap masyarakat dimana iklan itu dieksekusikan. Empati di sini berarti bahwa iklan menggunakan prefensi-prefensi masyarakat, juga keinginan-keinginan serta kebutuhannya, untuk kemudian diterjemahkan dan direpresentasikan dengan bahasa pesan khusus. Jadi, apapun strategi periklanan yang diterapkan menurut para pengiklan, iklan selalu mengacu pada realita sosial.
Televisi, sebagai atribut globalisasi merupakan media publik yang cukup banyak dimiliki dan dianggap hiburan yang terjangkau dalam ruang dan waktu. Sebagai media publik, tentunya setiap stasiun televisi menyajikan acara yang bersaing dan disesuaikan dengan segmen pasar. Dalam operasionalnya, televisi sarat dengan muatan hiburan, pendidikan dan tentunya adalah bisnis. Ruang bisnis stasiun televisi salah satunya dengan memberikan relasi bisnis stasiun televisi untuk menayangkan iklan pada waktu-waktu tertentu.
Berkaitan dengan iklan produk seluler yang memunculkan pesan persuasif kepada calon konsumen maupun untuk menimbulkan loyalitas terhadap produk yang diiklan melalui perancangan pesan audio-visual yang atraktif di media televisi, salah satunya adalah yang dilakukan oleh PT Indosat sebagai produsen dari produk Seluler IM3. Tema iklan-iklan IM3 yang dipublikasikan adalah tawaran tarif super murah, bebas (tanpa batasan waktu dan lintas operator), serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh oleh konsumen, di samping dukungan teknologi Indosat yang semakin luas.
Karakteristik iklan IM3 yang akhir-akhir ini dipublikasikan secara luas di televisi mengambil tema yang unik, yaitu mengandung unsur humor (terutama melejit melalui pencitraan istilah “Cumi” yang memuat berbagai singkatan seperti “Cuma Minjem”, “Cuma Mirip”, “Cuma Misscalled”, “Cuma Minuman”), ditambah oleh tema cerita serial yang disesuaikan dengan agenda publik (seperti seri Ramadhan, mudik, dan sebagainya). Selain itu, tak kalah pentingnya adalah unsur selebritas dari tokoh utama iklan, yaitu Adly Fairuz yang lebih terkenal setelah keikutannya dalam acara Supermama Seleb Show, memerankan tokoh Reza sebagai ikon “Cumi”. Faktor selebritas digunakan sebagai endorser (pemikat) yang disesuaikan dengan target pasar IM3 yang diperuntukkan bagi kalangan remaja atau anak muda. Ketiga unsur ini menjadi genre dari setiap iklan IM3.
Unsur-unsur visualisasi iklan IM3 di atas, menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti, untuk melihat bagaimana keunikan iklan tersebut dilihat dari aspek komunikasi visual, yaitu dari tanda-tanda atau simbol yang digunakan, makna di balik simbol yang digunakan, ide kreatif dari iklan, dan sebagainya. Adapun metode yang akan digunakan adalah metode Semiotika dari Barthess. Metode semiotika Barthess adalah suatu metode yang mengungkapkan teori denotasi-konotasi (Sobur, 2004:5). Dengan kata lain, melihat makna di balik simbol-simbol iklan.

B. Identifikasi Masalah
Masalah yang terkait dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Struktur pesan yang digunakan dalam iklan IM3
2. Efektivitas pesan iklan dari segi respon konsumen pada tahapan AIDA
3. Keunikan pesan iklan dibandingkan dengan iklan lain
4. Tanda-tanda yang digunakan dalam iklan dan makna di balik tanda-tanda tersebut.


C. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah di atas, terlihat bahwa penelitian ini terkait dengan berbagai aspek yang luas. Untuk itu, diperlukan pembatasan masalah agar pembahasan tidak terlalu sehingga menjadi bias. Pembatasan penelitian dilakukan pada poin 1 dan 4. Adapun poin 2 tidak akan dibahas dalam penelitian ini dikarenakan terkait dengan disiplin ilmu komunikasi pemasaran, dan poin 3 mengharuskan perbandingan dengan iklan lain yang cakupannya terlalu luas.
Dengan demikian, masalah yang tercakup dalam penelitian ini adalah:
1. Struktur pesan yang digunakan dalam iklan IM3
2. Tanda-tanda yang digunakan dalam iklan dan makna di balik tanda-tanda tersebut.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut:
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pendidikan Dan Pelatihan Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan ...

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Peran pelanggan/konsumen dalam suatu bisnis tidak dapat dibantah lagi, karena tanpa adanya pelanggan, kesuksesan suatu bisnis tidak akan dapat tercapai, bahkan Peter Drucker (dalam Anderson & Kerr, 2002) menyatakan bahwa tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan pelanggan. Dalam pernyataan tersebut terkandung pentingnya memelihara pelanggan yang sama serta mengembangkan hubungan dengan kita.
Khususnya pada saat ini, dimana persaingan semakin ketat, sehingga nilai tambah yang dapat diberikan oleh suatu perusahaan dalam menjual jasa maupun produknya adalah dalam bentuk pemberian servis yang memuaskan bagi para pelanggannya. Selain itu pula, tampak bahwa hubungan yang baik yang terbina dengan para pelanggan dapat menjadi salah satu alat yang sangat ampuh untuk dapat menjalin loyalitas pelanggan terhadap organisasi.
Begitu juga kemajuan teknologi informasi di Indonesia semakin meningkat, dilihat dengan adanya fasilitas-fasilitas yang modern. Persaingan dalam bidang pemasaran semakin meningkat pula. Fasilitas dan kelebihan dari tiap-tiap perusahaan juga semakin meningkat membuat minat pelanggan untuk berbelanja lebih tinggi. Banyak juga market-market yang menawarkan harga produk yang meninggiurkan seperti banting harga, diskon besar-besaran dan sebagainya.
Dengan adanya persaingan yang ketat, menerapkan Marketing Public Relations (MPR), hubungan Marketing dan Pubic Relations sebagai mitra kerja sama dalam melaksanakan program pemasaran atau organisasi yang berorientasi komersial. dalam hal ini sudah tidak dapat ditawar lagi bahkan merupakan tiket menuju keberhasilan.
Sedangkan MPR tactic ( taktik MPR) sangat diperlukan, yang terdiri dari bauran:
- Public Education (pendidikan publik), melalui penyebaran advertorial (artikel sponsor), artikel opini, pemberitaan dan kegiatan jumpa pers (press conference) untuk mendidik publik agar ikut berpartisipasi dalam kegiatan manfaat bersama.
- Product Information (informasi produk), dengan melakukan kegiatan publikasi dan informasi melalui media komunikasi publikasi dan mampu menciptakan publisitas yang menguntungkan.
- Event Marketing (pemasaran acara-acara khusus), upaya melaksanakan kegiatan seminar, talk show, presentasi bisnis, customer gathering, music entertainment, special events sponsorship, blocking time on TV entertainment, new launching ceremony dan acara kontes tertentu serta lain sebagainya dalam suatu kegiatan pemasaran produk barang atau jasa dan program menarik tertentu yang ditawarkan kepada konsumennya.
- Seeing is Believing (menampilkan suatu kepercayaan), melakukan kegiatan pameran, demonstrasi atau pertunjukan, dan sampling produk yang ditawarkan atau diperlihatkan untuk meyakinkan demi manfaat khalayak sasarannya.
- Breaking Gatekeepers (menembus kelompok berpengaruh), melakukan teknik lobby dan negosiasi, sponsor program khusus amal atau kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social care and responsibility) sebagai upaya mempengaruhi gatekeeper.
Sebetulnya istilah lama untuk MPR adalah publisitas (publicity) dan sesuai dengan The Harris Grid, yang melaksanakan tugasnya untuk melalui strategi “borrow interest” (ketertarikan publik karena program acara tertentu) untuk memperoleh pemberitaan menarik di kolom media massa dengan biaya rendah, maka berlawanan dengan publisitas yang dibayar (paid publicity) seperti menyiarkan suatu artikel sponsor (advertorial or advertising & editorial) di media cetak dan siaran di media elektronik untuk mempromosikan atau memperkenalkan produk, pelayanan, gagasan, tempat, orang dan hingga organisasi. Tetapi MPR tidak hanya sekedar melakukan publisitas, dan bahkan memainkan peran lainnya cukup penting, seperti melakukan kegiatan : Membantu peluncuran produk baru, membantu memposisikan kembali produk yang mapan, membangun minat terhadap suatu kategori produk, mempengaruhi kelompok sasaran tertentu, membela produk yang menghadapi masalah publik, membangun citra perusahaan yang berkaitan dengan keuntungan nilai tambah atas produknya.
Media yang bisa digunakan meliputi media cetak ( brosur, surat kabar, majalah dll ) dan juga media elektronik ( radio, televisi, website dll ).
Menurut Kotler (2000:607) arti penting Marketing Public Relations (MPR) dalam suatu organisasi bisnis adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran publik dengan membentuk berita di media massa untuk menarik perhatian publik terhadap produk yang ditawarkan atau organisasi/perusahaan, membangun kredibilitas melalui komunikasi pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk pemberitaan (editorial) yang terpercaya, positif atau artikel sponsor (advertorial) tentang manfaat (benefit) tertentu atas produk barang atau jasa, gagasan/ide, organisasi disiarkan luas ke berbagai media massa, menekan biaya promosi, komitmen untuk meningkatkan pelayanan, membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama tetap menarik bagi pelanggannya, membangun dan mempertahankan citra perusahaan yang tetap selalu positif dimata publiknya, dan berupaya tetap proaktif dalam mencari jalan pemecahannya untuk menghadapi berbagai permasalah dan isu negatif yang berkaitan dengan produk atau aktivitas suatu perusahaan atau organisasi yang bermasalah.
Adapun contoh dari kegiatan MPR (Marketing Public Relations) adalah: Publisitas produk, sponsorship, ajang acara khusus, pelayanan publik, media publisitas perusahaan, pameran, road show, dan presentasi bisnis, media promosi & iklan pelayanan masyarakat, artikel sponsor, dukungan perdagangan.
Seperti Carrefour yang sering mengadakan pekan discount untuk produk-produk tertentu dengan memasang spanduk di seluruh cabang dan sejak 1(satu) tahun yang lalu mengeluarkan kartu belanja yang bisa berfungsi sebagai kartu kredit cicilan dan berjangka dan kartu kredit Master Card,yang bisa dipergunakan untuk menarik uang tunai.
Begitu juga Metro Departement Store yang mengeluarkan kartu anggota yang memberikan discount khusus .
PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk adalah salah satu perusahaan yang melaksanakan kegiatan MPR dengan membuat web site yang sangat menarik dan dengan mengadakan program bonus point buat anggota MCC (Matahari Club Card) dan program discount untuk produk tertentu serta untuk kunjungan ke salon dan spa tertentu yang dimuat di media cetak terkemuka seperti Kompas atau dengan memasang spanduk di semua Matahari Departemen Store dan juga dengan mengadakan event-event khusus seperti misalnya Member Gathering Appreciation Night, Member Birthday Music & Entertainment Program , sehingga bisa menjaring para pelanggan/konsumen baru dan memelihara pelanggan/konsumen yang sudah ada.
MCC merupakan program loyalitas pelanggan Matahari Departemen Store yang memberikan reward kepada anggotanya sejak Oktober 2000. Saat ini jumlah angota MCC lebih dari 4 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Tangerang sejumlah : 2000 orang,
Tujuan utama MCC adalah meningkatkan hubungan baik dengan anggotanya melalui berbagai program untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan setia Matahari. Kini MCC sudah menjadi bagian dari lifestyle bagi pelanggan Matahari.
Keunikan MCC ini ditengah persaingan bisnis retailer yang semakin ketat di Indonesia, dengan banyaknya bisnis serupa, misal Rimo (lokal), Sogo, Carrefour dan Metro (asing) dll, akan tetapi Matahari Departmen Store yang didirikan sejak tahun 1958 masih tetap bisa bertahan dan cukup banyak didatangi pengunjung/memiliki banyak pelanggan.
Sedangkan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana/apa yang harus dilakukan untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat”. Adapun tujuan utama bauran kegiatan MPR adalah untuk menjaring pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama, oleh karena itu perlu diteliti apakah tingkat keterdedahan pada kegiatan MPR yang diadakan oleh Matahari Departemen Store Tangerang selama tahun 2006 bisa meningkatkan minat belanja pelanggan.

1.2. Identifikasi Masalah Penelitian
Berdasarkan uraian penulis dalam latar belakang masalah penelitian, penulis ingin membatasi permasalahan sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat keterdedahan pada kegiatan MPR MCC di Matahari Departemen Store, Tangerang dalam tahun 2006 ?
b. Bagaimana minat belanja pelanggan di Matahari Departemen Store, Tangerang dalam tahun 2006 ?
c. Bagaimana hubungan tingkat keterdedahan pada kegiatan MPR MCC dengan minat belanja pelanggan di Matahari Departemen Store, Tangerang dalam tahun 2006 ?

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Consumer Relations Yang Dilakukan Guest Relations Officer Dengan Minat Kunjungan Pada The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.2. LATAR BELAKANG
Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), adalah mendapatkan orang-orang untuk mengisi organisasi. Biasanya yang menangani masalah ini dikoordinir oleh Departemen SDM dan melibatkan bagian-bagian lain yang terkait (pada organisasi yang besar). Pada organisasi yang kecil pemimpin dapat secara langsung melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain atau para ahli. Namun pada keduanya ada satu langkah penting yang harus dilakukan sebelum melakukan penarikan tenaga kerja (recruitment), yaitu menentukan jenis atau kualitas pegawai yang diinginkan untuk mengisi jabatan tersebut dan rincian mengenai jumlah atau kuantitas yang nanti akan menempati jabatan tersebut. Dengan demikian fungsi atau kegiatan pertama dalam manajemen SDM adalah mendapatkan orang yang tepat, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Setelah itu dilanjutkan pada penarikan tenaga kerja, seleksi penempatan, orientasi, promosi dan pemindahan atau mutasi.
Menurut (B Flippo, 1999, hal 31) metode yang paling sering digunakan dalam penentuan jenis atau kualitas tenaga kerja yang akan ditarik (recruitment) adalah analisis jabatan (job analysis). Job analysis terdiri dari dua kata job dan analysis. Job biasa diartikan sebagai jabatan, pekerjaan,
tugas, macam pekerjaan, dan kegiatan pekerjan. Analysis diterjemahkan memisah-misahkan atau menguraikan.
Beberapa astilah-istilah yang berkaitan dengan analysis jabatan : (Kogakusha, 2002, hal 23)
• Unsur (element) adalah kesatuan pekerjaan yang paling kecil.
• Tugas (task) adalah satu bagian atau satu komponen dari suatu jabatan.
• Posisi (position) adalah tugas-tugas dan tanggung jawab-tanggung jawab dari seorang pegawai.
• Jabatan (job) adalah sekelompok posisi yang hampir sama dalam suatu badan, lembaga atau perusahaan.
• Okupasi (occupation) adalah jabatan-jabatan yang hampir sama yang terdapat dalam banyak perusahaan atau daerah.
• Analysis jabatan (job analyasis) adalah suatu kegiatan yang mempelajari, mengumpulkan, dan mencatat informasi-informasi atau fakta-fakta yang berhubungan dengan masing-masing jabatan secara sitematis dan teratur.
• Uraian jabatan (job description) adalah suatu keterangan singkat yang ditulis secara cemat mengenai kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab-tanggung jawab dari suatu jabatan.

• Persyaratan jabatan (job specification) adalah suatu catatan mengenai syarat-syarat orang yang minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu jabatan dengan sebaik-baiknya.
• Penilaian jabatan (job evaluation) adalah kegiatan yang dilakukan guna membandingkan nilai dari suatu jabatan dengan nilai dari jabatan atau jabatan-jabatan lain.
• Klasifikasi jabatan (job classification) adalah pengelompokkan jabatan-jabatan yang mempunyai nilai hampir sama.
Dalam proses analisis jabatan dokumen-dokumen penting yang dihasilkan adalah uraian jabatan dan persyaratan jabatan. Uraian jabatan mengandung catatan-catatan yang berhubungan dengan standar pelaksanaan pekerjaan, khususnya bila analisis jabatan memakai penyelidikan waktu dan gerak. Dalam hal demikian, maka uraian jabatan berisi rincian gerak yang termasuk dalam pelaksanaan atau produksi, lamanya waktu yang diperlukan untuk tiap gerak tersebut, dan standar hasil pekerjaan untuk semua jabatan. Persyaratan jabatan lebih menitik beratkan pada syarat-syarat mengenai orang yang diperlukan untuk mengisi jabatan tesebut.
Pendidikan dan pelatihan memberikan ikhtisar kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab-tanggung jawab dari suatu jabatan, hubungannya dengan jabatan-jabatan lain, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, dan kondisi kerja didalam mana jabatan itu diselesaikan. Pendidikan dan pelatihan
diadakan untuk memberikan pengertian tentang tugas-tugas yang terkandung dalam tiap jabatan, tetapi juga bagaimana melaksanakan tugas-tugas itu.
Pendidikan dan pelatihan digunakan untuk :
1. Mendapatkan kualitas dan kuantitas pegawai yang tepat yang diperlukan
untuk
Mencapai tujuan organisasi.
Persyaratan jabatan merupakan standar pegawai dengan mana pelamar jabatan dapat diukur. Isi persyaratan jabatan memberikan dasar untuk pembuatan prosedur seleksi.
2. Pelatihan
Uraian kewajiban-kewajiban dan alat-alat yang digunakan merupakan bantuan penting untuk mengembangkan isi program pelatihan.
3. Pendidikan
Uraian jabatan dan rincian syarat-syarat manusia dievaluasi berdasarkan nilainya dengan tujuan akhir menentukan nilai kompensasinya
4. Penilaian pelaksanaan pekerjaan
5. Daripada menilai pegawai berdasarkan sifat-sifatnya seperti dapat dipercaya dan prakarsa, sekarang ada suatu kecenderngan untuk menetukan sasaran jabatan dan menilai pekejaan yang dilakukan berdasarkan sasaran tersebut. Dalam jenis penilaian ini, uraian jabatan adalah berguna untuk merumuskan bidang-bidang di dalam mana sasaran jabatan ditentukan.
6. Promosi dan Pemindahan
Informasi jabatan membantu dalam merencanakan saluran-saluran promosi dan dalam mewujudkan garis-garis pemindahan.
7. Organisasi
Informasi jabatan yang diperoleh melalui analisis jabatan sering mengungkapkan hal-hal yang tidak baik dipandang dari sudut faktor-faktor yang mempengaruhi pola jabatan. Oleh karena itu proses analisis merupakan suatu jenis pemeriksaan organisasi.
8. Perkenalan
Bagi seorang peseta pelatihan yang baru, uraian jabatan paling berguna untuk tujuan perkenalan. Uraian jabatan membantu pengertian tentang jabatan dan organisasi.
9. Penyuluhan
Dengan sendirinya Informasi jabatan sangat banyak nilainya dalam penyuluhan jabatan. Penyuluhan demikian sebaiknya diadakan pada perguruan tinggi, karena banyak lulusan perguruan tinggi tersebut, tidak menyadari akan jenis-jenis jabatan yang ada. Penyuluhan juga diadakan apabila ada pegawai yang tampaknya tidak sesuai dengan posisinya sekarang.
10. Hubungan ketenagakerjaan
Uraian jabatan merupakan standar fungsi. Apabila pegawai berusaha menambah atau mengurangi kewajiban - kewajiban yang terdapat di
dalamnya, maka ini berarti bahwa ia tidak menaati standar. Sering timbul perdebatan dan dokumen tertulis tentang jabatan standar adalah berharga untuk memecahkan perdebatan demikian.
11. Perencanan kembali jabatan
Apabila majikan ingin menyesuaikan diri dengan suatu kelompok tertentu, misalnya dengan pegawai-pegawai cacat fisik, maka biasanya ia harus mengubah isi jabatan tertentu. Analisi jabatan memberikan informasi yang akan memudahkan perubahan jabatan-jabatan tersebut diisi oleh orang-orang yang mempunyai ciri-ciri khusus.
Informasi analisis jabatan mempunyai peranan yang penting sekali dalam perencanaan sumber daya manusia. Para perencanaan-peencanaan sumber daya manusia menggunakan data analisis jabatan dalam membandingkan kecakapan dari para pegawai yang diperlukan dengan kecakapan yang sesungguhnya ada untuk mengisi suatu jabatan tertentu dalam organisasi sampai tingkat dimana kecakapan yang sesungguhnya sudah tidak sesuai lagi dengan kecakapan yang dibutuhkan. Sehingga organisasi bisa mengambil beberapa tindakan untuk mengurangi ketidak sesuaian tesebut.
PT. Sumatera prima Fibreboard adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Medium Density Fibreboard (MDF) yang berlokasi di desa Tanjung Seteko KM.28 Inderalaya Ogan Ilir. Pada tahun 1999 terjadi reorganisasi yang melakukan banyak jabatan yang kosong. Dalam penempatan pegawai untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut tidak tesebut tidak didasari pada pendidikan dan pelatihan karyawan akan tetapi berdasarkan pengangkatan oleh pimpinan secara langsung yang tentunya lebih bersifat subyektif. Dari penelitian awal yang penulis lakukan, hal tersebut menyebabkan produktifitas sulit untuk ditingkatkan dan cenderung menurun.Hal ini di sebabkan oleh ketidak sesuaian antara syarat-syarat jabatan dengan kualifikasi orang-orang yang menangani pekerjaan tersebut.
Dampak buruk lainnya yang disebabkan oleh hal tersebut adalah :
• Tingkat kemangkiran yang semakinmeningkat.
• Turunnya motivasi dalam bekerja bagi sebagian karyawan yang memegang jabatan tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga proses produksi mengalami hambatan.
Dengan latar belakang permasalahan seperti diuraikan diatas maka
Penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul :
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMATERA PRIMA FIBREBOARD BULAN APRIL 2007.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Terdapat beberapa permasalahan pada PT. Sumatera Prima Fibreboard antara lain sebagai berikut :
1. Apakah ada hubungan pendidikan dan pelatihan karyawan secara simultan terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Sumatera Prima Fibreboard ?
2. Apakah ada hubungan pendidikan karyawan secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Sumatera fibreboard ?
3. Apakah ada hubungan pelatihan karyawan secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Sumatera Prima Fibreboard ?

1.3. TUJUAN PENELITIAN
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pelatihan karyawan secara simultan terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Sumatera Prima Fibreboard Inderalaya Ogan ilir.
1.3.2 Tujuan khusus
1. Diketahuinya hubungan pendidikan karyawan secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan.
2. Diketahuinya hubungan pelatihan kayawan secara parsial terhadap peningkatan kinerja karyawan.

1.4. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut :File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Bauran Kegiatan Manajemen PR Dengan Minat Belanja

ABSTRAK

Masalah utama penelitian ini dibatasi pada beberapa poin pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) bagaimana kualitas consumer relations yang dilakukan guest relations officer pada The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta menurut pendapat responden? (2) bagaimana minat kunjungan tamu hotel pada The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta? (3) bagaimana hubungan consumer relations yang dilakukan guest relations officer dengan minat kunjungan tamu hotel pada The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta?
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) kualitas consumer relations yang dilakukan guest relations officer menurut pendapat responden, (2) minat kunjungan tamu hotel, dan (3) hubungan consumer relations yang dilakukan guest relations officer dengan minat kunjungan tamu hotel pada The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta.
Alat analisis untuk mengetahui kualitas consumer relations yang dilakukan guest relations officer menggunakan statistik deskriptif (frekuensi, persentase dan nilai rata-rata/mean), alat analisis untuk mengetahui minat kunjungan tamu hotel menggunakan statistik deskriptif (frekuensi, persentase dan nilai rata-rata/mean), dan alat analisis untuk menguji hubungan consumer relations yang dilakukan guest relations officer dengan minat kunjungan tamu hotel menggunakan Uji Korelasi Spearman dan Uji t. Untuk penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random (acak), dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Lalu dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk menguji persyaratan data. Pembobotan kuesioner menggunakan skala likert.
Hasil penelitian menunjukkan kualitas Consumer Relations (X) menghasilkan nilai rata-rata yang termasuk kategori “Baik”. Adapun minat kunjungan dari pengunjung The Aryaduta Suites Hotel Semanggi Jakarta menunjukkan minat yang tinggi. Dari hasil analisis uji korelasi variabel bebas (Consumer Relations yang dilakukan oleh Guest Relations Officer) memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan Minat Kunjungan dengan nilai korelasi (rs) sebesar 0.602. Adapun dimensi Consumer Relations yang paling dominan berhubungan dengan minat kunjungan adalah dimensi keakraban karena memiliki nilai korelasi (rs = 0.627). Hal ini didukung oleh hasil uji hipotesis melalui uji t yang menolak Ho. Hubungan yang signifikan artinya jika variabel bebas ditingkatkan maka variabel terikat pun mengalami peningkatan. Begitu juga sebaliknya, jika variabel bebas mengalami penurunan, maka diikuti dengan penurunan pada variabel terikat.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Telepon Seluler

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Peran pelanggan/konsumen dalam suatu bisnis tidak dapat dibantah lagi, karena tanpa adanya pelanggan, kesuksesan suatu bisnis tidak akan dapat tercapai, bahkan Peter Drucker (dalam Anderson & Kerr, 2002) menyatakan bahwa tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan pelanggan. Dalam pernyataan tersebut terkandung pentingnya memelihara pelanggan yang sama serta mengembangkan hubungan dengan kita.
Khususnya pada saat ini, dimana persaingan semakin ketat, sehingga nilai tambah yang dapat diberikan oleh suatu perusahaan dalam menjual jasa maupun produknya adalah dalam bentuk pemberian servis yang memuaskan bagi para pelanggannya. Selain itu pula, tampak bahwa hubungan yang baik yang terbina dengan para pelanggan dapat menjadi salah satu alat yang sangat ampuh untuk dapat menjalin loyalitas pelanggan terhadap organisasi.
Begitu juga kemajuan teknologi informasi di Indonesia semakin meningkat, dilihat dengan adanya fasilitas-fasilitas yang modern. Persaingan dalam bidang pemasaran semakin meningkat pula. Fasilitas dan kelebihan dari tiap-tiap perusahaan juga semakin meningkat membuat minat pelanggan untuk berbelanja lebih tinggi. Banyak juga market-market yang menawarkan harga produk yang meninggiurkan seperti banting harga, diskon besar-besaran dan sebagainya.
Dengan adanya persaingan yang ketat, menerapkan Marketing Public Relations (MPR), hubungan Marketing dan Pubic Relations sebagai mitra kerja sama dalam melaksanakan program pemasaran atau organisasi yang berorientasi komersial. dalam hal ini sudah tidak dapat ditawar lagi bahkan merupakan tiket menuju keberhasilan.
Sedangkan MPR tactic ( taktik MPR) sangat diperlukan, yang terdiri dari bauran:
- Public Education (pendidikan publik), melalui penyebaran advertorial (artikel sponsor), artikel opini, pemberitaan dan kegiatan jumpa pers (press conference) untuk mendidik publik agar ikut berpartisipasi dalam kegiatan manfaat bersama.
- Product Information (informasi produk), dengan melakukan kegiatan publikasi dan informasi melalui media komunikasi publikasi dan mampu menciptakan publisitas yang menguntungkan.
- Event Marketing (pemasaran acara-acara khusus), upaya melaksanakan kegiatan seminar, talk show, presentasi bisnis, customer gathering, music entertainment, special events sponsorship, blocking time on TV entertainment, new launching ceremony dan acara kontes tertentu serta lain sebagainya dalam suatu kegiatan pemasaran produk barang atau jasa dan program menarik tertentu yang ditawarkan kepada konsumennya.
- Seeing is Believing (menampilkan suatu kepercayaan), melakukan kegiatan pameran, demonstrasi atau pertunjukan, dan sampling produk yang ditawarkan atau diperlihatkan untuk meyakinkan demi manfaat khalayak sasarannya.
- Breaking Gatekeepers (menembus kelompok berpengaruh), melakukan teknik lobby dan negosiasi, sponsor program khusus amal atau kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social care and responsibility) sebagai upaya mempengaruhi gatekeeper.
Sebetulnya istilah lama untuk MPR adalah publisitas (publicity) dan sesuai dengan The Harris Grid, yang melaksanakan tugasnya untuk melalui strategi “borrow interest” (ketertarikan publik karena program acara tertentu) untuk memperoleh pemberitaan menarik di kolom media massa dengan biaya rendah, maka berlawanan dengan publisitas yang dibayar (paid publicity) seperti menyiarkan suatu artikel sponsor (advertorial or advertising & editorial) di media cetak dan siaran di media elektronik untuk mempromosikan atau memperkenalkan produk, pelayanan, gagasan, tempat, orang dan hingga organisasi. Tetapi MPR tidak hanya sekedar melakukan publisitas, dan bahkan memainkan peran lainnya cukup penting, seperti melakukan kegiatan : Membantu peluncuran produk baru, membantu memposisikan kembali produk yang mapan, membangun minat terhadap suatu kategori produk, mempengaruhi kelompok sasaran tertentu, membela produk yang menghadapi masalah publik, membangun citra perusahaan yang berkaitan dengan keuntungan nilai tambah atas produknya.
Media yang bisa digunakan meliputi media cetak ( brosur, surat kabar, majalah dll ) dan juga media elektronik ( radio, televisi, website dll ).
Menurut Kotler (2000:607) arti penting Marketing Public Relations (MPR) dalam suatu organisasi bisnis adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran publik dengan membentuk berita di media massa untuk menarik perhatian publik terhadap produk yang ditawarkan atau organisasi/perusahaan, membangun kredibilitas melalui komunikasi pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk pemberitaan (editorial) yang terpercaya, positif atau artikel sponsor (advertorial) tentang manfaat (benefit) tertentu atas produk barang atau jasa, gagasan/ide, organisasi disiarkan luas ke berbagai media massa, menekan biaya promosi, komitmen untuk meningkatkan pelayanan, membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama tetap menarik bagi pelanggannya, membangun dan mempertahankan citra perusahaan yang tetap selalu positif dimata publiknya, dan berupaya tetap proaktif dalam mencari jalan pemecahannya untuk menghadapi berbagai permasalah dan isu negatif yang berkaitan dengan produk atau aktivitas suatu perusahaan atau organisasi yang bermasalah.
Adapun contoh dari kegiatan MPR (Marketing Public Relations) adalah: Publisitas produk, sponsorship, ajang acara khusus, pelayanan publik, media publisitas perusahaan, pameran, road show, dan presentasi bisnis, media promosi & iklan pelayanan masyarakat, artikel sponsor, dukungan perdagangan.
Seperti Carrefour yang sering mengadakan pekan discount untuk produk-produk tertentu dengan memasang spanduk di seluruh cabang dan sejak 1(satu) tahun yang lalu mengeluarkan kartu belanja yang bisa berfungsi sebagai kartu kredit cicilan dan berjangka dan kartu kredit Master Card,yang bisa dipergunakan untuk menarik uang tunai.
Begitu juga Metro Departement Store yang mengeluarkan kartu anggota yang memberikan discount khusus .
PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk adalah salah satu perusahaan yang melaksanakan kegiatan MPR dengan membuat web site yang sangat menarik dan dengan mengadakan program bonus point buat anggota MCC (Matahari Club Card) dan program discount untuk produk tertentu serta untuk kunjungan ke salon dan spa tertentu yang dimuat di media cetak terkemuka seperti Kompas atau dengan memasang spanduk di semua Matahari Departemen Store dan juga dengan mengadakan event-event khusus seperti misalnya Member Gathering Appreciation Night, Member Birthday Music & Entertainment Program , sehingga bisa menjaring para pelanggan/konsumen baru dan memelihara pelanggan/konsumen yang sudah ada.
MCC merupakan program loyalitas pelanggan Matahari Departemen Store yang memberikan reward kepada anggotanya sejak Oktober 2000. Saat ini jumlah angota MCC lebih dari 4 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Tangerang sejumlah : 2000 orang,
Tujuan utama MCC adalah meningkatkan hubungan baik dengan anggotanya melalui berbagai program untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan setia Matahari. Kini MCC sudah menjadi bagian dari lifestyle bagi pelanggan Matahari.
Keunikan MCC ini ditengah persaingan bisnis retailer yang semakin ketat di Indonesia, dengan banyaknya bisnis serupa, misal Rimo (lokal), Sogo, Carrefour dan Metro (asing) dll, akan tetapi Matahari Departmen Store yang didirikan sejak tahun 1958 masih tetap bisa bertahan dan cukup banyak didatangi pengunjung/memiliki banyak pelanggan.
Sedangkan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana/apa yang harus dilakukan untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat”.
Adapun tujuan utama bauran kegiatan MPR adalah untuk menjaring pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama, oleh karena itu perlu diteliti apakah kegiatan MPR yang diadakan oleh Matahari Departemen Store Tangerang selama tahun 2006 bisa meningkatkan minat belanja pelanggan.

1.2. Identifikasi Masalah Penelitian
Berdasarkan uraian penulis dalam latar belakang masalah penelitian, penulis ingin membatasi permasalahan sebagai berikut :File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Media Intranet The Hub Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Karyawan ChildFund Indonesia Di Jakarta

BSTRAK

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian telepon seluler di Makassar (Suatu uji kemampuan iklan media cetak). (Dibimbing oleh A.Rahman Kadir dan Muhammad Akbar).
Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengkaji pengaruh faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku konsumen dalam pembelian telepon seluler dengan merek tertentu. 2. Untuk menganalisis iklan media cetak efektif untuk mengubah perilaku dalam pembelian telepon seluler.
Penelitian ini adalah survey eksplanatory atau pengujian hipotesa yaitu untuk menjelaskan pengaruh antara dua variabel. Adapun metode yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menghitung dan mengukur variabel-variabel penelitian yang selanjutnya dianalisis secara statistik.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa 1. faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seperti Iklan, toko, penjualan langsung, media dan orang lain. Setelah di uji dengan menggunakan regresi logistik maka iklan, toko, dan media berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pembelian telepon seluler di Makassar sedangkan penjualan langsung serta orang lain tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pembelian. Dalam mempromosikan produk telepon seluler serta mempengaruhi perilaku konsumen maka faktor iklan serta media adalah salah satu promosi yang sangat tepat. 2. Iklan yang efektif tidak hanya diukur dari tinggi tingkat penjualan dari suatu produk tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat di terima dengan baik oleh konsumen tetapi untuk mengetahui pesan diterima dengan baik ada enam cara yaitu memori, persuasi, komunikasi, tahap demi tahap, penampilan merek dan respon langsung.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Media Intranet The Hub Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Karyawan ChildFund Indonesia Di Jakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap saat, kapan pun dan di mana pun, manusia selalu berkomunikasi. Tanpa melihat jenis kelamin, faktor usia ataupun strata sosial. Berkomunikasi adalah sebuah jembatan yang dapat menghubungkan maksud dan tujuan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tanpa berkomunikasi manusia tidak dapat memberikan pengertian tentang apa yang mereka inginkan atau yang mereka harapkan dari lawan bicara mereka.
Salah satu tujuan komunikasi adalah untuk mendapatkan informasi. Informasi memegang peranan yang sangat penting, terbukti dengan banyaknya media informasi yang lahir untuk memenuhi kebutuhan informasi, dari yang berbentuk koran, majalah, tabloid, buletin, internet dan intranet.
Informasi pada era ini bukan hanya kebutuhan yang bersifat pelengkap kehidupan tetapi sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern saat ini yang menuntut mereka selalu terkini dalam informasi. Salah satu media penginformasi yang dapat diakses kapan saja adalah internet, melalui jaringan ini pencari informasi dapat mengakses informasi secara luas dan tak terbatas oleh jarak dan waktu.
Sedikit berbeda dengan internet yang ditujukan untuk seluruh kalangan penikmat informasi atau khalayak umum, intranet lebih dikhususkan untuk kalangan tertentu seperti sebuah instansi atau perusahaan yang informasinya hanya ditujukan untuk manajemen dan karyawan perusahaan.
Informasi sangat diperlukan untuk perusahaan yang independen tetapi saling berhubungan, akses informasi yang bersifat pemberitahuan atau pengumuman sangat diperlukan karena setiap negara memiliki tradisi dan kebiasan masing-masing, bahkan informasi kecil tapi vital adalah informasi perbedaan waktu setiap negara sangat mempengaruhi kegiatan pekerjaan karena meskipun berkonsep desentralisasi kantor cabang masih harus melaporkan jalannya kegiatan organisasi terutama untuk pengembangan bisnis atau instruksi dari kantor sentral. Kantor cabang masih sangat memerlukan masukan kantor pusat, referensi pekerjaan seperti masalah acuan atau hitungan internasional yang berhubungan dengan pekerjaan yang bersifat tekhnik juga masih memerlukan diskusi. Selain itu berbagi informasi yang up to date per negara juga penting untuk menginformasikan suasana yang sedang berkembang dan terjadi di negara tersebut bisa dalam bentuk kegiatan internal karyawan, atau kejadian penting di sebuah negara.
Salah satu organisasi yang memiliki fasilitas intranet untuk menunjang kemudahan akses informasi adalah organisasi nirlaba internasional ChildFund Indonesia yang bergerak dalam bidang sponsorship anak-anak. Kantor Pusat ChildFund Indonesia ada di Richmond, Amerika Serikat. Kantor afiliasi ada di beberapa negara maju yang merupakan asal sponsor-sponsor, seperti Prancis, Jerman, Australia, New Zealand, Swedia, Denmark. Sedangkan kantor nasional umumnya ada di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Angola, Timor Leste, Philipina, India dan Thailand, serta beberapa negara ketiga lainnya.
Dikarenakan cakupan geografis organisasi ChildFund (CF) yang luas dan tersebar di beberapa negara, maka diperlukan media informasi yang menghubungkan komunikasi di antara anggota lembaga tersebut. Untuk itu diluncurkan media intranet “The Hub” oleh Childfund USA, semua karyawan ChildFund di belahan dunia memiliki password masing-masing untuk mengasksesnya. Semua informasi tentang CF bisa di akses, namun untuk upload informasi hanya administator yang bisa melakukannya. The Hub membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan informasi akan kebijakan, perubahan, penambahan karyawan, lowongan, program-program terbaru, dan sebagainya.
Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah beberapa pengguna “The Hub” dari CF Indonesia Jakarta yang menyatakan sangat terbantu dan mereka merasa puas atas media tersebut karena dapat memenuhi kebutuhan informasi mereka. Tetapi untuk menyimpulkan efektivitas media “The Hub” tersebut secara menyeluruh diperlukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan sampel yang lebih luas. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti mengenai “Efektivitas Media Intranet "The Hub" Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Karyawan ChildFund Indonesia di Jakarta”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan di atas terdapat masalah mengenai efektivitas media intranet "The Hub" khususnya dalam pemenuhan kebutuhan informasi karyawan ChildFund Indonesia di Jakarta, maka dalam penelitian ini peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana tingkat pemuasan kebutuhan informasi karyawan ChildFund Indonesia di Jakarta?
2. Bagaimana efektivitas media intranet "The Hub" dalam pemenuhan kebutuhan informasi karyawan ChildFund Indonesia di Jakarta?

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab perumusan masalah di atas, yaitu:
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Sponsor

Pengikut