Merancang Suatu Alat Pencetak Briket Yang Sederhana

ABSTRAK

Setelah kenaikan harga BBM khususnya minyak tanah pada bulan Oktober 2005 maka industri kecil dan menengah serta rumah tangga mulai melirik penggunaan briket/biobriket batubara sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah karena harganya lebih murah. Melihat pangsa pasar briket/biobriket batubara di Indonesia diperkirakan masih cukup besar, maka penulis mencoba untuk merancang sebuah alat pencetak biobriket batubara tipe kubus mini untuk industri kecil dengan perangkat lunak SolidWorks 2005. Karena perancangan ini diperuntukkan untuk produksi industri kecil, maka dipilih biobriket batubara sebagai hasil produksi dari rancangan ini. Hal ini disebabkan industri kecil biasanya menggunakan tenaga manusia untuk memproduksi. Karena pembuatan biobriket batubara hanya membutuhkan gaya yang kecil untuk mencetaknya maka produksinya dapat menggunakan tenaga manusia.
Setelah alat pencetak briket selesai dirancang didapat bahwa tinggi pencetak adalah 4,8 cm , tinggi penekan adalah 1,1 cm dan panjang lengan penekan adalah 18,2 cm. Kemudian setelah model rancangan dianalisa statik linier yang dilakukan dengan bantuan Metode Elemen Hingga yang tersedia dalam paket perangkat lunak SolidWorks 2005 didapat bahwa rancangan aman digunakan dengan beban 274,4 N (setara dengan 28 kg) dengan Faktor Keamanan Minimum bernilai 4,7 yang terletak dipangkal lengan rancangan. Artinya beban maksimum yang dapat diterima oleh rancangan ini adalah 1289,68 N atau setara dengan 131,6 kg.
File Selengkapnya.....

Sponsor

Pengikut