Pengembangan Prototipe Multimedia Pembelajaran Instalasi Industri

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dengan diberlakukannya sistem otonomi kampus saat ini, dunia pendidikan berlomba untuk terus meningkatkan kualitas dirinya agar tetap terus eksis dan dipercaya oleh masyarakat sebagai institusi pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan maju. Satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa arah perkembangan zaman memang menuntut peningkatan sistem pendidikan sebagai suatu hal yang mutlak bila suatu bangsa mau survive dalam ajang kompetisi global di abad ini. Seiring dengan hal tersebut maka perguruan tinggi memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pembelajarannya baik dari segi sistem maupun fasilitas yang digunakan.
Kualitas pembelajaran ditingkatkan dengan cara membekali para pengajar dengan meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan keilmuannya dan kemampuan untuk menyampaikan bahan ajar dengan baik dan menarik. Zulkarimein Nasution yang menyatakan bahwa tidak ada jaminan bahwa orang berilmu mampu pula mengajarkan ilmunya dengan baik. Alasannya, penguasaan materi dan kemampuan untuk mengajarkan sesuatu secara benar tidak selalu seiring (Pikiran Rakyat: 17 September 2003). Kemampuan untuk mengajarkan dengan benar dapat didukung dengan penyiapan media yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk menyerap ilmu yang disampaikan secara maksimal. Hal yang lain yang mendukung suksesnya program pembelajaran adalah motivasi mengajar yang juga bervariasi, banyak di antara pengajar perguruan tinggi yang tidak antusias dengan perubahan zaman. Mereka merasa jika dengan cara yang lama pun bisa survive, mengapa harus direpotkan dengan cara-cara baru yang menuntut banyak perubahan dan kerja tambahan.
Saat ini penyiapan media pendidikan secara terus menerus dikembangkan dengan menggunakan peralatan-peralatan modern, baik yang berupa alat peraga langsung, software berupa program komputer maupun multimedia. Kelebihan multimedia berbanding dengan media-media lain adalah sifatnya yang jelas. Multimedia mampu mengintegrasikan pelbagai unsur media: teks, suara, image, grafik, dan animasi dalam satu teknologi digital. Multimedia menuntut keinteraktifan dengan pengguna. Sebagaimana media pendidikan lain, multimedia adalah alat, kaedah dan pendekatan yang digunakan untuk menciptakan komunikasi di antara pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan lebih berkesan.
Dalam bidang teknologi, terutama mengenai sistem kelistrikan, saat ini dunia pendidikan dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas berupa pengetahuan dan keterampilan yang matang di dalam sistem operasi di industri, sehingga lulusan yang telah dibentuk akan dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Persiapan ini dilakukan dengan membekali peserta didik dengan pengetahuan yang lebih tentang proses produksi tersebut melalui peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran ditingkatkan dengan cara penyiapan media pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami serta berisi materi yang padat dan merupakan hasil studi yang dilakukan di lapangan.
Salah satu materi yang diajarkan di dunia pendidikan yang memerlukan pengetahuan lebih, terutama dalam sistem kelistrikan di industri adalah materi distribusi daya listrik dimana dibagi menjadi dua jenis yaitu distribusi Alternating Current (AC) dan Direct Current (DC). Di industri yang banyak digunakan di dalam sistem kelistrikannya adalah sistem distribusi AC. Sehingga materi yang akan ditingkatkan dalam sistem pembelajaran kali ini adalah sistem kelistrikan distribusi AC. Perlu kiranya dibuat suatu media pendidikan berupa program multimedia untuk mendukung suksesnya program pengajaran tentang distribusi daya listrik ini.
Ciri media yang baik adalah menarik dan mudah dipahami. Menarik diartikan bahwa media tersebut dapat mengoptimalkan perhatian peserta didik dalam mengikuti. Mudah dipahami yaitu media tersebut menerangkan dengan cermat, jelas dan runtut sehingga peserta didik tidak mengalami kebingungan dalam menyerap informasi yang disampaikan.
Dewasa ini dikembangkan suatu media yang berbasis animasi yang ternyata sangat efektif digunakan dalam sistem pembelajaran, disamping memiliki ciri-ciri media yang menarik dan mudah dipahami. Menarik karena tampilan yang ada adalah berupa tampilan gambar asli baik 2 dimensi maupun 3 dimensi yang dapat menunjukkan secara detail proses yang terjadi. Mudah dipahami karena media ini dapat meningkatkan imajinasi siswa dengan menghadirkan secara langsung proses yang terjadi dan apa saja yang dijelaskan secara detail. Diharapkan dengan menggunakan program animasi ini maka akan didapat suatu peningkatan daya serap peserta didik tentang materi yang disajikan terutama materi tentang distribusi AC.
Pada penelitian kali ini akan dibuat dan diuji suatu media pembelajaran dengan menggunakan program animasi tentang distribusi AC, terutama mengenai sistem instalasi yang digunakan dan apa saja persyaratan instalasi yang digunakan dalam sistem instalasi industri. Sistem instalasi yang akan diterangkan adalah mulai dari sumber sampai ke beban beserta perlengkapan proteksinya, karena suatu sistem akan dapat berjalan dengan baik dan aman jika didukung oleh peralatan yang sesuai.

B. Identifikasi Masalah
Di berbagai belahan dunia saat ini telah banyak dikembangkan metode pembelajaran dengan menggunakan model pengajaran yang sifatnya nontekstual, yaitu dengan pemanfaatan media berupa media audio visual berbasis animasi yang memiliki sifat dapat diulang dan mudah dicerna siswa.
Perlu diteliti penerapan dari program tersebut, dengan mencari suatu media yang baik yang digunakan sebagai prototipe pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri dan apakah program tersebut sesuai dan dapat diterapkan atau tidak.
Penyerapan materi oleh peserta didik dalam suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, motivasi untuk mengikuti, keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan keluarga, situasi pada saat pembelajaran, kurikulum dan guru dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah model media yang disajikan.
Sebagai pembelajar di bidang elektro, maka peneliti mencoba untuk membuat suatu program animasi untuk media belajar sebagai prototipe bahan belajar yang akan diterapkan dalam pembelajaran, apakah tepat digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar atau tidak.


C. Pembatasan Masalah
Pada penelitian ini dibahas mengenai penggunaan media animasi tentang distribusi listrik pada suatu proses belajar mengajar. Adapun yang akan dibahas secara mendalam pada bagian ini adalah proses pembuatannya, tingkat validitasnya, kelayakan media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Apakah lebih baik atau tidak dibanding dengan media-media yang sudah ada dan dipakai dalam pembelajaran di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta.

D. Perumusan Masalah
1. Bagaimanakah proses pembuatan prototipe multimedia pembelajaran instalasi industri yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas ?
2. Bagaimanakah tingkat validitas prototipe multimedia pembelajaran instalasi listrik industri yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas ?
3. Apakah multimedia pembelajaran instalasi listrik industri ini layak digunakan untuk pembelajaran di kelas ?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mencari sumber belajar yang efektif untuk pembelajaran instalasi distribusi listrik, serta bagaimana pengaruhnya terhadap proses pembelajaran yang dilakukan yaitu :
File Selengkapnya.....

Sponsor

Pengikut