Analisis Asam Lemak Dalam Susu Kuda Secara Kromatografis Gas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap manusia memerlukan bahan makanan dan minuman untuk menunjang
kelangsungan hidupnya. Dengan menggunakan bahan makanan, manusia
membangun sel-sel tubuhnya dan menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi
sebagaimana mestinya (Winarno, 1993).
Manusia mendapatkan energi dari 3 sumber makanan yaitu protein, lemak
dan karbohidrat. Diantara ketiga jenis sumber energi tersebut, lemak memiliki
energi yang paling tinggi, yaitu 9 kkal (377 kj) per gram (Winarno, 1993).
Lemak berperan sebagai sumber dan cadangan energi, sumber asam lemak
esensial seperti asam linoleat, asam linolenat dan arakhidonat yang mencegah
penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol, selain itu juga
berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin A, D, E, dan K (Winarno,
1984).
Asam lemak yang menyusun lemak terdiri dari asam lemak jenuh dan tak
jenuh atau mempunyai ikatan rangkap. Tubuh kita tidak mampu ataupun hanya
mempunyai kemampuan terbatas untuk mensintesis asam lemak yang ikatan
rangkapnya dua buah atau lebih. Karena asam lemak tersebut harus didapatkan
dari makanan, maka disebut asam lemak esensial (Karyadi dan Muhilal, 1996).
Asam lemak yang sangat esensial bagi kehidupan hewan maupun manusia
adalah asam lemak tak jenuh yang disebut juga “poly unsaturated fatty acids” atau
PUFA yang terdiri dari asam linoleat, linolenat dan arakidonat (Suhardjo dkk,
1992).
Konsumsi lemak yang tinggi diduga berpengaruh terhadap kolesterol darah.
Untuk mereka yang mempunyai kecenderungan atau berbakat kadar kolesterol
dalam darahnya tinggi, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi lemak pada
umumnya dan mempertinggi proporsi asam lemak esensial pada khususnya
(Karyadi dan Muhilal, 1996).
Asam lemak merupakan salah satu makronutrien yang dibutuhkan manusia.
Makanan yang sehat harus mengandung asam lemak dalam jumlah yang
memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kekurangan asam lemak
esensial dapat terkena penyakit jantung, meskipun kandungan kolesterolnya
normal. Penelitian ini sekaligus memberikan bukti bahwa kolesterol bukan
merupakan pemicu utama penyakit jantung bagi masyarakat Indonesia melainkan
asam lemak tertentu (esensial) yang tidak dikonsumsi melalui makanan (Toha,
2001).
Kekurangan asam lemak esensial dapat ditunjukkan pada hewan percobaan
dan manusia dengan pemberian diet yang dibatasi asam lemaknya. Kekurangan
asam lemak esensial akan menganggu pertumbuhan dan menyebabkan terjadinya
kelainan kulit. Diketahui pada hewan seperti anjing, kucing, tikus, ayam, gejala
kekurangan asam lemak esensial menimbulkan kelainan-kelainan seperti
gangguan reproduksi, gangguan hati, kerusakan ginjal dan perubahan pada kulit
(Suhardjo, dkk, 1992). Defisiensi asam lemak esensial pada kulit ditandai dengan
adanya lesi kulit yang memerah terutama pada pipi dan daerah yang lecet (Linder,1992).
Salah satu contoh minuman yang mengandung asam-asam lemak adalah
susu kuda. Susu ini merupakan produk dari hewani, biasanya yang bersumber dari
hewan mengandung asam-asam lemak seperti asam oleat (18:1), Palmitat (16:0),
dan stearat (18:0). Dan asam oleat adalah termasuk asam lemak yang dibutuhkan
bagi tubuh (Horton, dkk, 1996).
Susu kuda adalah susu yang berasal dari kuda yang mempunyai khasiat atau
banyak digunakan oleh sebagian masyarakat untuk pengobatan beberapa penyakit
diantaranya liver, ginjal, kanker, kencing manis, asma, reumatik, tekanan darah
tinggi, impoten, kolesterol dan jantung.
Mengingat pemanfaatannya penting bagi kesehatan, maka perlu di adakan
penelitian terhadap komponen kimia asam lemak yang dikandungnya. Salah satu
diantaranya adalah penentuan komposisi asam lemak penyusun susu kuda
sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengkonsumsinya sebagai
alternatif sumber obat baru.

B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
File Selengkapnya.....

Sponsor

Pengikut